TM-ADR-0019¶
| Property | Value |
|---|---|
| ADR ID | TM-ADR-0019 |
| Title | Adopt Out-of-Band AI Forensic Enrichment Loop for Diagnostic Rule Synthesis |
| Project | Tomcat Monitoring |
| Section | Diagnostic AI and Continuous Learning Architecture |
| Status | Accepted |
| Date | 2026-09-03 |
π Overview¶
Mengukuhkan arsitektur 5-Layer Knowledge Base Feedback Loop di mana insiden anomali yang belum teridentifikasi (UNDETERMINED / TD-08) mempertahankan seluruh rekaman forensik di database SQLite, sehingga analisis pasca-insiden (post-mortem) dapat memanfaatkan kapabilitas LLM/AI secara out-of-band (di luar jalur evaluasi runtime produksi) untuk mensintesis paket aturan deklaratif baru (rulepack-v1.schema.json) dan diinjeksikan secara aman ke dalam Diagnostic Service.
π Context¶
Pada TM-ADR-0006, telah diputuskan bahwa runtime evaluasi produksi tidak boleh bergantung pada LLM/AI secara langsung demi menjaga kepastian (determinism), reproduktibilitas audit, latensi rendah, serta menghindari halusinasi kausalitas pada saat insiden aktif terjadi.
Namun, dalam operasional enterprise, pola kegagalan baru yang belum terpetakan (seperti kebocoran thread tertentu, deadlock, atau anomali konfigurasi langka) pasti akan muncul. Jika insiden tersebut tidak cocok dengan aturan yang ada, sistem akan menandainya sebagai UNDETERMINED. Tim SRE membutuhkan metode sistematis untuk memanfaatkan kecerdasan AI dalam menganalisis data forensik insiden tanpa melanggar batasan deterministik runtime produksi.
βοΈ Decision¶
Ditetapkan pola arsitektur Out-of-Band AI Forensic Enrichment Loop yang terdiri dari 5 lapisan (5-layer cycle):
- Layer 1 β Forensic Multi-Source Ingestion:
- Diagnostic Service mengumpulkan telemetri multi-sumber (metrik Prometheus, log kontainer, artefak crash, event spool host) saat insiden terjadi.
- Layer 2 β Deterministic Evaluation & Undetermined Fallback:
- Engine mengevaluasi aturan yang ada. Jika tidak ada aturan yang cocok (no rule match), insiden diklasifikasikan secara transparan sebagai
UNDETERMINED(TD-08). - Seluruh snapshot bukti (evidence payload) disimpan secara persisten di tabel SQLite
incidentsdanincident_evidence. - Layer 3 β Out-of-Band AI Post-Mortem Synthesis:
- Secara offline / out-of-band (tidak menghalangi jalur alerting utama), data forensik dari SQLite diekstraksi dan dianalisis menggunakan LLM/AI.
- AI merekonstruksi hipotesis kegagalan dan mensintesis definisi aturan deklaratif baru yang sesuai dengan standar
rulepack-v1.schema.json(misalnya aturanTD-09untuk deteksi stale thread exhaustion). - Layer 4 β Schema & Test Fixture Verification Gate:
- Rulepack hasil sintesis AI wajib melalui gerbang validasi skema (Schema Validation) dan pengujian deterministik terhadap test fixture di lingkungan lab sebelum disetujui.
- Layer 5 β Ingestion & In-Memory Hot-Reload:
- Rulepack yang telah terverifikasi didaftarkan ke Diagnostic Service melalui API
POST /api/v1/rules(TM-ADR-0018), disimpan ke tabelcustom_rules, dan dimuat ke dalam memori evaluator seketika.
ποΈ Architecture¶
[ Jalur Kritis Runtime Produksi (100% Deterministik) ]
Prometheus Alert --> Diagnostic Service Ingestion
|
Evaluasi Aturan
/ \
(Cocok) / \ (Tidak Cocok)
v v
RCA Teridentifikasi UNDETERMINED (TD-08)
| |
+--------+------------+
|
v
SQLite Database (Forensic Evidence Stored)
|
======================|===============================================
v [ Ekstraksi Forensik Pasca-Insiden (Out-of-Band) ]
[ Siklus AI Enrichment & Knowledge Base (Offline / Asynchronous) ]
|
v
LLM / AI Post-Mortem Analysis
|
v
Sintesis Rulepack Baru (e.g. TD-09)
|
v
Validasi Skema & Uji Fixture Lab
|
v
HTTP POST /api/v1/rules (Hot-Reload ke Runtime)
π‘ Rationale¶
- Mempertahankan Keandalan Runtime TM-ADR-0006: Evaluasi insiden langsung di lini depan tetap 100% deterministik, cepat (< 500ms), tanpa ketergantungan jaringan eksternal atau risiko API timeout dari penyedia model AI.
- Continuous Observability Evolution: Sistem tidak stagnan; setiap kali kegagalan baru terjadi, bukti forensik yang lengkap menjadi bahan baku pembelajaran untuk memperkaya basis aturan diagnostik secara berkelanjutan.
- Human-in-the-Loop & Schema Safety: Aturan hasil penalaran AI tidak langsung dieksekusi secara buta, melainkan melewati validasi skema ketat dan verifikasi lab terlebih dahulu.
β οΈ Consequences¶
- Kelebihan:
- Menjembatani kebutuhan kecerdasan analitik modern dengan standar determinisme dan kepatuhan perbankan/enterprise yang ketat.
- Tidak ada biaya latensi (zero latency penalty) pada jalur pengiriman notifikasi alert aktif.
- Keterbatasan:
- Penambahan aturan baru memerlukan alur kerja analitik pasca-insiden (baik secara manual oleh SRE dengan bantuan AI tooling, maupun pipeline batch otomatis).
- Diperlukan kedisiplinan dalam memelihara dataset test fixture dan skema migrasi database.
π Status¶
Accepted β implemented and verified in devops-lab.
π Date¶
2026-09-03